Berita besar datang dari jagat sepak bola Inggris. Crystal Palace harus menghadapi perubahan besar yang bisa memengaruhi nasib klub beberapa bulan ke depan. Manajer utama, Oliver Glasner, akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26. Sementara itu, kapten tim Marc Guéhi dikabarkan sudah dalam tahap akhir transfer ke Manchester City. Situasi ini menjadi salah satu cerita paling panas di Premier League musim ini.
Bomber Ganda: Apa Maksudnya Ini?
Dalam satu hari, Crystal Palace menerima kenyataan pahit. Dua figur penting klub — pelatih dan kapten — siap meninggalkan klub. Hal ini bukan sekadar rumor. Glasner sendiri sudah mengonfirmasi kepergiannya dalam konferensi pers.
Kabar ini langsung membuat gempar para fans Palace. Kedua sosok ini memiliki peran besar dalam perjalanan klub beberapa musim terakhir. Obrolan tentang masa depan Palace langsung menjadi topik hangat di media dan forum sepak bola.
Siapa Sebenarnya Oliver Glasner?
Oliver Glasner adalah manajer asal Austria yang sukses bersama Crystal Palace. Ia membawa klub meraih gelar FA Cup pertama dalam sejarah mereka. Selain itu, klub juga memenangkan Community Shield.
Kini, setelah perjalanan penuh sorotan, Glasner memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. Keputusan ini sudah dibicarakan dengan Ketua Klub Steve Parish sejak Oktober tahun lalu.
Banyak yang mengaitkannya dengan peluang ke klub besar lain seperti Manchester United. Namun Glasner memastikan ia belum berbicara dengan klub manapun. Saat ini, fokusnya adalah menyelesaikan musim bersama Palace.
Kenapa Glasner Pilih Pergi?
Alasan utama Glasner simpel: dia ingin tantangan baru. Di usia 51 tahun, setelah membawa Palace meraih kesuksesan bersejarah, ia merasa sudah waktunya untuk langkah selanjutnya.
Keputusan ini bukan karena tekanan media atau fans. Glasner menegaskan ini soal ambisi pribadi. Bagi fans Palace, berita ini campur aduk. Mereka sedih karena kehilangan pelatih hebat, tapi tetap menghormati pilihannya.
Marc Guéhi: Kapten Suka-Cita yang Siap Cabut
Sebelum berita Glasner, isu transfer Marc Guéhi sudah ramai dibicarakan. Bek tengah asal Inggris ini adalah kapten dan pemain kunci di lini pertahanan Palace. Kontraknya habis di akhir musim, sehingga banyak klub besar mengincarnya.
Kini kabar transfer naik level. Manchester City dilaporkan setuju secara prinsip mendatangkan Guéhi pada Januari ini. Nilai transfer diperkirakan antara £20–£35 juta. Detail kesepakatan masih dirahasiakan kedua klub.
Manchester City butuh pemain belakang tambahan karena beberapa cedera. Guardiola sendiri tidak banyak bicara soal transfer ini. Namun Guéhi dipastikan tidak akan bermain di laga Palace berikutnya, tanda transfer hampir pasti.
Dampaknya untuk Crystal Palace
Kepergian Glasner dan Guéhi jelas punya dampak besar. Klub yang sempat meraih gelar FA Cup kini menghadapi kenyataan keras di Premier League.
Turunnya Moral Tim
Kehilangan pelatih dan kapten sekaligus bisa memengaruhi stabilitas tim. Fans, pemain, hingga jajaran klub merasakan gejolak ini.
Tantangan Bursa Transfer
Kontrak Guéhi yang hampir habis membuat Palace berpotensi kehilangan pemain besar tanpa pengganti setara. Mencari pemain dengan kualitas yang sama tidak mudah dalam waktu singkat.
Tekanan pada Lini Pertahanan
Tanpa kapten dan salah satu bek terbaik, lini belakang Palace harus diubah. Ini menjadi tantangan besar di tengah kompetisi ketat.
Bagaimana Fans Menyikapinya?
Reaksi fans terbagi dua. Sebagian marah karena klub kehilangan dua figur penting. Sebagian lagi memahami bahwa ini bagian dari roda sepak bola profesional.
Banyak komentar netizen di forum menunjukkan campur aduknya suasana hati fans. Beberapa bersikap sarkastik tentang bagaimana klub harus cepat move on. Yang lain membahas strategi transfer untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan.
Analisis Singkat: Apa Artinya Ini untuk Premier League?
Transfer besar seperti ini bukan hanya soal klub, tapi juga kompetisi liga. Manchester City akan lebih kuat jika Guéhi benar-benar datang. Kondisi cedera beberapa pemain membuat kehadirannya sangat penting.
Sementara itu, Palace harus bekerja keras mempertahankan posisi di papan tengah liga. Jika tren ini berlanjut, kita akan melihat bagaimana klub membangun era baru tanpa dua ikon besar mereka. Manchester City bisa menjadi lawan lebih menakutkan bagi pesaing lain.